Bag. 3 : Cara Membuat dan Mengakses Objek dalam PHP
Istilah Object dalam Object Oriented Programming (OOP), sebenarnya terdiri dari class, property, method dan object. Keempat istilah ini telah kita pelajari dalam tutorial sebelumnya. Merangkum apa yang telah kita pelajari, berikut adalah contoh cara pembuatan objek di dalam PHP:
<?php
//
buat class laptop
class
laptop {
// buat property untuk class laptop
var $pemilik;
var $merk;
var $ukuran_layar;
// buat method untuk class laptop
function hidupkan_laptop() {
return "Hidupkan Laptop";
}
function matikan_laptop() {
return "Matikan Laptop";
}
}
//
buat objek dari class laptop (instansiasi)
$laptop_anto
= new laptop();
?>
Dalam kode di atas, kita telah membuat sebuah class dengan nama
laptop, lengkap dengan property dan menthod-nya. Kemudian saya membuat 1 buah
objek dari class laptop dengan nama $laptop_anto pada baris terakhir.
Walaupun dalam kode di atas kita telah membuat objek, objek
tersebut belum menampilkan apa-apa, karena class laptop belum berisi data
apapun. Kita akan segera mempelajari cara mengakses ‘isi’ dari class dalam PHP.
Cara
Mengakses Objek dalam PHP
Cara mengakses objek yang saya maksud sebenarnya adalah cara untuk
mengakses ‘isi’ dari sebuah objek, yakni property dan method-nya. Agar lebih
mudah dipahami, berikut adalah revisi contoh class laptop sebelumnya:
<?php
//
buat class laptop
class
laptop {
// buat property untuk class laptop
var $pemilik;
var $merk;
var $ukuran_layar;
// buat method untuk class laptop
function hidupkan_laptop() {
return "Hidupkan Laptop";
}
function matikan_laptop() {
return "Matikan Laptop";
}
}
//
buat objek dari class laptop (instansiasi)
$laptop_anto
= new laptop();
//
set property
$laptop_anto->pemilik="Anto";
$laptop_anto->merk="Asus";
$laptop_anto->ukuran_layar="15
inchi";
//
tampilkan property
echo
$laptop_anto->pemilik;
echo
"<br />";
echo
$laptop_anto->merk;
echo
"<br />";
echo
$laptop_anto->ukuran_layar;
echo
"<br />";
//
tampilkan method
echo
$laptop_anto->hidupkan_laptop();
echo
"<br />";
echo
$laptop_anto->matikan_laptop();
?>
Jika anda menjalankan kode program di atas, berikut adalah hasil
yang didapat:
Anto
Asus
15
inchi
Hidupkan
Laptop
Matikan
Laptop
Mari kita bahas kode program di atas:
class
laptop {
Baris awal contoh kode program kita adalah pendefinisian sebuah
class dengan nama laptop. Kurung kurawal menandakan awal dari class.
var
$pemilik;
var
$merk;
var
$ukuran_layar;
Selanjutnya, tiga baris di atas merupakan pendefinisian variabel
class, atau dikenal dengan property. Property tidak lain hanya variabel biasa
yang berada di dalam class. Keyword var digunakan untuk deklarasi variabel di
dalam class.
function
hidupkan_laptop() {
return "Hidupkan Laptop";
}
function
matikan_laptop() {
return "Matikan Laptop";
}
2 buah fungsi di atas adalah method dari class. Jika anda telah
mengenal cara pembuatan function, kedua contoh ini hanyalah fungsi biasa yang
akan mengembalikan nilai berupa string. Pembahasan tentang cara penggunaan
function di dalam PHP pernah kita bahas pada Tutorial PHP Cara Penulisan dan
Pembuatan Fungsi PHP.
$laptop_anto
= new laptop();
Baris ini merupakan perintah untuk pembuatan objek dari class
laptop (dikenal dengan proses instansiasi). Variabel $laptop_anto saat ini
berisi objek dari class laptop. Kita akan mengakses property dan method class
laptop melalui objek $laptop_anto ini.
$laptop_anto->pemilik="Anto";
$laptop_anto->merk="Asus";
$laptop_anto->ukuran_layar="15
inchi";
3 baris di atas adalah cara untuk men-set nilai ke dalam property
dari objek $laptop_anto. Perhatikan bahwa kita menggunakan tanda panah (->)
untuk mengakses property dari objek. Tanda panah ini adalah operator khusus
objek yang dikenal dengan istilah ‘Object Operator’. Penulisan nama property
juga dilakukan tanpa menggunakan tanda $, sehingga property $pemilik, diakses
dengan:
$laptop_anto->pemilik.
echo
$laptop_anto->pemilik;
echo
"<br />";
echo
$laptop_anto->merk;
echo
"<br />";
echo
$laptop_anto->ukuran_layar;
echo
"<br />";
Kode program di atas digunakan untuk menampilkan nilai property
dari objek $laptop_anto yang sebelumnya telah di-set nilainya. Sama seperti
pada saat men-set nilai property, kita juga menggunakan tanda panah (->),
kemudian diikuti nama property tanpa tanda $.
Perintah echo ditambahkan agar PHP menampilkan nilai property ke
dalam web browser. Agar tampilan di web browser lebih rapi, saya menambahkan
echo “<br />” diantara hasil tampilan property.
echo
$laptop_anto->hidupkan_laptop();
echo
"<br />";
echo
$laptop_anto->matikan_laptop();
Kode terakhir dari contoh kita kali ini adalah cara pemanggilan
method dari objek $laptop_anto. Cara pengaksesannya sama dengan cara mengakses
property, namun karena method adalah fungsi, kita menambahkan tanda kurung di
akhir pemanggilan fungsi.
Objek
Sebagai Entitas Terpisah
Dalam contoh kode di atas, saya hanya menggunakan 1 buah objek
yang berasal dari class laptop. Namun pada dasarnya sebuah class bisa digunakan
untuk membuat berapapun banyak objek. Setiap objek merupakan bagian terpisah,
namun tetap memiliki property dan method yang berasal dari class laptop. Berikut adalah contoh pembuatan beberapa
objek dari class laptop:
<?php
//
buat class laptop
class
laptop {
// buat property untuk class laptop
var $pemilik;
// buat method untuk class laptop
function hidupkan_laptop() {
return "Hidupkan Laptop";
}
}
//
buat objek dari class laptop (instansiasi)
$laptop_anto
= new laptop();
$laptop_andi
= new laptop();
$laptop_dina
= new laptop();
//
set property
$laptop_anto->pemilik="Anto";
$laptop_andi->pemilik="Andi";
$laptop_dina->pemilik="Dina";
//
tampilkan property
echo
$laptop_anto->pemilik; // Anto
echo
"<br />";
echo
$laptop_andi->pemilik; // Andi
echo
"<br />";
echo
$laptop_dina->pemilik; // Dina
echo
"<br />";
?>

Post a Comment